Menu

Dark Mode
Tangis Haru Nadiem Makarim di Sidang Pleidoi Kasus Chromebook, Pilih Pakai Jaket Gojek ketimbang Rompi Tahanan

Tangerang Raya

DPRD Kota Tangerang Akhirnya Tunduk, Tapi Setelah Uang Rakyat Habis?

badge-check


					DPRD Kota Tangerang Akhirnya Tunduk, Tapi Setelah Uang Rakyat Habis? Perbesar

Keterangan: Foto Adalah Ilustrasi

TANGERANG – Setelah berbulan-bulan bungkam menikmati tunjangan mewah, DPRD Kota Tangerang akhirnya ‘menyerah’ pada tekanan publik. Ketua DPRD ‘Rusdi’ berjanji mengevaluasi peraturan yang jadi dasar fasilitas fantastis mereka, namun janji ini datang setelah ratusan miliar uang rakyat diduga ludes tak berbekas.

Ironi ini mempertegas dugaan, dewan ‘mengalah’ bukan karena kesadaran, melainkan karena terpojok. Aktivis dan praktisi hukum, Slamet Widodo,S.H., atau yang akrab disapa Romo, menilai langkah ini hanya respons reaktif, bukan proaktif. “Keputusan mengevaluasi Perwal baru diambil setelah desakan kuat dari media dan ancaman demonstrasi bergema,” ujarnya.

Pernyataan Romo adalah tamparan telak. Selama setahun penuh, sejak dilantik Oktober 2024, dewan seolah tutup mata pada masalah krusial seperti sampah dan kinerja Dinas Perhubungan yang mandek, tapi cepat tanggap jika fasilitas pribadi mereka terusik.

Pakaian ‘Merek Mahal’ di Tengah Penderitaan Rakyat

Angka-angka yang tertera di dokumen anggaran adalah bukti nyata. Tunjangan perumahan Rp17.962.000,00 per bulan dan biaya pakaian dinas Rp14.200.000,00 per bulan, yang totalnya hanya belanja pakaian dinas dan atribut saja mencapai Rp745.000.000,00 per tahun, jauh di atas pendapatan rata-rata warga.

“Disaat banyak warga kesulitan membeli seragam sekolah untuk anak-anak mereka, para dewan ini seolah-olah mengenakan pakaian dari merek kelas atas,” kata Romo. Ini adalah cerminan kemunafikan yang paling telanjang, Minggu 7 September 2025.

Janji Kosong dan Sikap Bungkam

Janji evaluasi hanyalah permulaan, pertanggungjawaban penuh adalah tuntutan utama. Romo menegaskan akan segera mengirim surat untuk meminta penjelasan detail mengenai angka-angka yang sangat fantastis itu.

Hingga kini, Sekwan Teddy Bayu Putra dan Ketua DPRD H. Rusdi masih memilih bungkam. Sikap ini memperkuat kecurigaan publik: apakah janji evaluasi ini hanya gertakan untuk meredam kemarahan atau ada sesuatu yang disembunyikan? Rakyat patut bertanya, apakah dewan ini benar-benar ‘wakil rakyat’ atau hanya ‘wakil pribadi’ yang peduli pada perut dan kantongnya sendiri? [Red]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemenang Lelang Wilayah Kerja Migas 2026: Keuntungan Strategis atau Konflik Kepentingan?

19 September 2026 - 08:18 WIB

Proyek Pedestrian Rp9,4 Miliar di Tangsel Terancam Molor, Pagar Beton Berdiri di Atas GSJ

18 September 2026 - 21:44 WIB

Potret Buram Hukum Tangerang: LPG Ditindak, Oli Palsu Dipelihara?

18 September 2026 - 06:37 WIB

Soal Proyek Rp7,5 Miliar Dindikbud Banten di Kota Tangerang: Inspektorat Sebut Ada Kesalahan Prosedur, BPK Turun Tangan

17 September 2026 - 07:37 WIB

Dugaan Proyek Ilegal Rp7,5 Miliar Dindikbud Banten di Kota Tangerang, Inspektorat Mulai Bergerak

16 September 2026 - 15:54 WIB

Trending on Tangerang Raya