BANTEN v– Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda dilaporkan mengalami aktivitas erupsi signifikan. Aktivitas vulkanik ini terekam memancarkan letupan lava pijar merah membara di tengah kegelapan malam, yang sempat diabadikan oleh warga serta pelayar di sekitar perairan Selat Sunda, (6/9/26).
Berdasarkan laporan visual dari wilayah pesisir, aktivitas erupsi juga memicu perubahan kondisi alam di sekitar kawasan pantai, termasuk fenomena air laut yang sempat menyurut di kawasan pesisir serta sebaran kabut asap tebal akibat semburan material vulkanik. Masyarakat dan nelayan diimbau siap diaga.

Menanggapi peningkatan aktivitas vulkanik tersebut, masyarakat di pesisir Banten dan Lampung, khususnya wilayah Pahawang dan sekitarnya, diminta untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan.
Penggunaan alat pelindung diri seperti masker dan kacamata sangat disarankan saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengantisipasi sebaran abu vulkanik yang dapat mengganggu pernapasan serta penglihatan.
Pihak berwenang dan lembaga pemantau gunung api mengimbau seluruh pihak untuk mematuhi arahan keselamatan berikut. Warga, wisatawan, maupun nelayan dilarang mendekati area kawah Gunung Anak Krakatau dalam radius bahaya yang telah ditetapkan oleh PVMBG.
Masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi oleh spekulasi liar atau isu tsunami yang belum terverifikasi, serta selalu memantau perkembangan situasi melalui saluran resmi PVMBG, BMKG, dan BPBD setempat.
Menyiapkan masker dan kacamata pelindung untuk mengantisipasi dampak sebaran abu vulkanik yang berisiko pada kesehatan saluran pernapasan. (*)














