JAKARTA – Ketua Dewan Pembina Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA) sekaligus Utusan Khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo, memberikan penegasan penting dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat Sabtu 13 Juni 2026.
Pernyataan resmi ini disampaikan guna menepis berbagai isu miring dan hoaks yang mengeklaim bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dihentikan oleh pemerintah.

Dalam keterangannya, Hashim memastikan bahwa program tersebut tidak akan dihentikan dan tetap berjalan sebagai program prioritas nasional. Pemerintah mengakui adanya beberapa kendala teknis pada masa awal implementasi, namun hal tersebut dipandang sebagai dinamika evaluasi untuk memperketat pengawasan mutu dan logistik ke depan.
“Program Makan Bergizi Gratis ini dirancang dengan tujuan fundamental yang krusial bagi masa depan bangsa, di antaranya. Memberantas Stunting dan Kelaparan. Menekan angka gizi buruk dan memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan asupan nutrisi yang layak,” tutur Hasyim.
Selain itu, tujuan program MBG untuk meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk masalah struktural di mana banyak anak sekolah di Indonesia terpaksa belajar dengan perut kosong, yang selama ini berdampak buruk pada capaian peringkat pendidikan nasional di kancah internasional.
Hashim mengungkapkan bahwa kepedulian terhadap gizi anak bangsa ini bukanlah program instan, melainkan gagasan mendalam Presiden Prabowo Subianto yang sudah dirancang sejak tahun 2006.
“Ke depan, Presiden berkomitmen penuh untuk mengamankan anggaran dan memperluas daya jangkau program ini secara konsisten. Pemerintah juga berkomitmen untuk memperkuat sinergi pengawasan, termasuk melibatkan aparatur desa dan instansi penegak hukum, guna memastikan bahwa setiap paket makanan yang disalurkan berkualitas tinggi, higienis, dan tepat sasaran tanpa adanya penyelewengan,” tegasnya. (*)
Editor: Enjelina














