
SERANG, BANTEN – Bukan sekadar tiup lilin dan potong tumpeng. Hari jadi ke-15 LSM Geram Banten Indonesia kemarin adalah deklarasi ulang: mereka ada untuk keadilan, bukan kompromi! Di tengah hiruk pikuk kepentingan, LSM Geram tampil dengan suara lantang, menegaskan komitmen tunggalnya: bermanfaat untuk orang banyak, tanpa tedeng aling-aling.

Di hadapan jajaran pengurus dan simpatisan, Alamsyah, sang nahkoda Geram, tak berbasa-basi. “Kita bukan boneka, bukan perkumpulan pencari keuntungan pribadi! Geram harus menjadi tombak kebenaran yang menusuk ketidakadilan, menjadi perisai bagi aspirasi rakyat!” serunya, membakar semangat audiens, (29/07/2025).
Lebih dari itu, Alamsyah menyoroti nadi organisasi: Sumber Daya Manusia (SDM). Ia menantang setiap anggota untuk terus mengasah diri, mendalami ilmu, karena di era penuh tantangan ini, ketajaman intelektual adalah amunisi utama untuk perjuangan.
“Lima belas tahun bukanlah waktu yang singkat. Ini adalah bukti daya tahan, konsistensi, dan dedikasi. LSM Geram kini bukan hanya sekadar nama, melainkan kekuatan yang siap menjadi palang pintu antara jeritan rakyat dan kebijakan pemerintah,” tutur Alamsyah.
Mereka siap mengawal, mengkritisi, dan memastikan setiap langkah pembangunan benar-benar berpihak pada kesejahteraan bersama. Perayaan ini menjadi pengingat keras: LSM Geram tak akan pernah bergeser dari garis perjuangan. Solidaritas dan dukungan yang tampak jelas dari berbagai elemen masyarakat dan institusi adalah mandat untuk terus melaju.
“Selamat HUT ke-15, LSM Geram Banten Indonesia! Getaran perjuanganmu dinanti, dampaknya dirasakan, dan keadilan adalah tujuan yang tak akan pernah mati!,” tutup Alamsyah, mengakhiri pidatonya.














