TANGERANG SELATAN — Eskalasi konflik pengelolaan di Sekolah Islam Pembangunan (SIP) Pamulang, Tangerang Selatan, memuncak pada Sabtu malam (22/8/2026).
Sengketa lahan dan aset yang telah berlarut-larut tersebut kini diwarnai aksi saling dorong antar-kelompok massa, perusakan fasilitas, hingga siaga ketat personel TNI-Polri dan Brimob di lokasi kejadian.

Berdasarkan pantauan di lapangan, situasi memanas ketika terjadi bentrokan fisik di depan pintu gerbang sekolah. Insiden tersebut melibatkan kelompok yang diduga merupakan utusan pihak tertentu dengan perwakilan wali murid serta pihak pengelola.
Pagar sekolah yang sempat dipasangi kawat berduri dilaporkan roboh akibat aksi saling dorong dan menimpa salah seorang di lokasi. Pagar utama sekolah jebol setelah mendapat tekanan massa dari luar dan dalam lingkungan sekolah.
Puluhan personel Brimob, Kepolisian, dan TNI dikerahkan ke lokasi untuk meredam potensi bentrok susulan serta menjaga area vital sekolah. Hingga Sabtu malam, situasi di luar area terpantau dapat dikendalikan oleh aparat. Namun, sejumlah massa masih terlihat berjaga-jaga di dalam kompleks sekolah.
Polemik yang mengorbankan iklim belajar-mengajar ini mendesak perhatian serius dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Kementerian Agama, dan jajaran Polda Metro Jaya agar kepastian hukum serta keamanan para siswa dapat segera dijamin tanpa intervensi aksi premanisme maupun pemaksaan kehendak oleh pihak mana pun. (*)














