MERAK, BANTEN — Otoritas penerbit navigasi, Merak Vessel Traffic Service (VTS), secara resmi mengeluarkan peringatan navigasi (security message) bagi seluruh kapal yang melintas di perairan Selat Sunda. Langkah ini diambil guna meningkatkan kewaspadaan terkait potensi lonjakan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang saat ini berada pada Level III (Siaga).
Berdasarkan pengumuman resmi yang disiarkan melalui radio maritim, imbauan ini merujuk langsung pada rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Seluruh nakhoda dan awak kapal diinstruksikan untuk mematuhi aturan keselamatan dan dilarang keras mendekati kawasan dalam radius 5 mil laut dari kawah aktif gunung api tersebut.

Antisipasi bahaya lontaran material vulkanik. Pihak Merak VTS menegaskan bahwa peringatan navigasi ini sangat krusial demi menjaga keselamatan pelayaran di Selat Sunda. Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, yang berada di koordinat posisi 06^\circ 06′ 136” Lintang Selatan dan 105^\circ 25′ 417” Bujur Timur, dinilai berpotensi menimbulkan bahaya langsung bagi kapal-kapal di sekitarnya.
Beberapa ancaman yang diwaspadai antara lain: Lontaran material vulkanik pijar. Paparan abu vulkanik tebal yang dapat mengganggu jarak pandang dan mesin kapal. Gangguan keselamatan pelayaran lainnya di sekitar kawasan gunung api, Jumat 3 Juli 2026.
Di akhir siaran radio maritimnya, Merak VTS kembali menyampaikan panggilan keselamatan darurat (security message) agar seluruh kapal tanpa pengecualian memantau perkembangan aktivitas gunung secara berkala serta mematuhi peringatan jarak aman yang telah ditetapkan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (*)














