Menu

Dark Mode
Tangis Haru Nadiem Makarim di Sidang Pleidoi Kasus Chromebook, Pilih Pakai Jaket Gojek ketimbang Rompi Tahanan

Hukum

Murka Membara SERPINA LUMBAN TORUAN: “Saya MANUSIA, Bukan ‘Sapi Betina’ Apalagi ‘HANTU’!”


					Murka Membara SERPINA LUMBAN TORUAN: “Saya MANUSIA, Bukan ‘Sapi Betina’ Apalagi ‘HANTU’!” Perbesar

BANDUNG– Api kemarahan Serpina Lumban Toruan membakar ruang publik. Dengan suara yang menggelegar dan sorot mata penuh perlawanan, ia menghantam balik penafsiran biadab atas namanya yang kini beredar liar di jagat maya. Serpina menegaskan statusnya sebagai manusia seutuhnya, menolak mentah-mentah segala perbandingan keji yang merobek martabatnya.

“Saya, Serpina Lumban Toruan, adalah MANUSIA SEJATI! Bukan ‘sapi betina’ seperti yang mungkin diartikan oleh otak-otak kotor itu! Dan lebih jauh lagi, saya bukan ‘manusia gaib’ atau sebutan tak masuk akal lainnya yang mencoba menjadikan saya hantu!” teriak Serpina kepada wartawan, kalimatnya menusuk tajam, tak menyisakan ruang keraguan.

Ia menjelaskan, ‘Lumban Toruan’ adalah nama marga, identitas suci yang dihormati dalam tradisi kami, bukan lelucon yang bisa disamakan dengan hewan ternak atau makhluk tak berwujud.

“Nama keluarga saya adalah WARISAN, dan saya adalah manusia biasa, sama seperti Anda semua,” tambahnya, menegaskan kembali hakikat keberadaannya.
Tak ada ampun.

Serpina Lumban Toruan menyatakan sedang mengkaji dan mempertimbangkan langkah hukum paling keras atas tuduhan dan penyamarataan dirinya dengan hewan atau penyebutan “manusia gaib.” Ia akan melaporkan aksi keji ini dengan tuduhan penghinaan berat dan pencemaran nama baik yang tak termaafkan.

“Saya akan habisi di jalur hukum mereka yang berani merendahkan harkat dan martabat saya sebagai manusia. Penyamarataan dengan hewan atau disebut manusia gaib adalah bentuk penghinaan TERENDAH yang tak akan pernah bisa saya terima!” ancam Serpina, tekadnya membaja.

Pernyataan yang meledak-ledak ini muncul di tengah panasnya proses hukum terkait dugaan pelecehan seksual santriwati di Kabupaten Bandung, di mana nama Serpina Lumban Toruan mungkin terseret dalam intrik pemberitaan. Namun, fokus utamanya adalah perlawanan sengit terhadap dehumanisasi dan pencemaran nama baik yang biadab ini.

Serpina menuntut media massa dan publik untuk BERTANGGUNG JAWAB PENUH dalam menafsirkan dan menyebarluaskan informasi, terutama yang menyangkut identitas dan martabat seseorang. Ia menegaskan kembali komitmennya untuk MEMBURU KEADILAN atas perlakuan tidak pantas ini, sebuah pengingat bahwa martabat manusia bukalah sandiwara yang bisa dipermainkan begitu saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Puncak Papua Mencekam! Tak Puas Pembagian Dana Desa, 7 Kantor Pemerintah di Ilaga Dibakar Massa

12 August 2026 - 12:44 WIB

MA Pangkas Kerugian Negara Kasus Timah Jadi Rp28,93 Triliun

12 August 2026 - 12:32 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp18,9 Triliun untuk Daerah: Larang Keras Pemda PHK atau Merumahkan Pegawai PPPK!

11 August 2026 - 19:58 WIB

Kebakaran Gunung Bromo Meluas Hingga 520 Hektare, Tim Gabungan Terjunkan ‘Water Bombing’

11 August 2026 - 09:29 WIB

Skandal Iklan Fiktif Bank BJB: Negara Dirugikan Rp223 Miliar, KPK Resmi Tahan Para Tersangka

11 August 2026 - 09:26 WIB

Trending on Hukum