Menu

Dark Mode
Tangis Haru Nadiem Makarim di Sidang Pleidoi Kasus Chromebook, Pilih Pakai Jaket Gojek ketimbang Rompi Tahanan

Tangerang Raya

Pembangunan Infrastruktur di Tangsel: Antara Kebutuhan dan Kontroversi Anggaran

badge-check


					Pembangunan Infrastruktur di Tangsel: Antara Kebutuhan dan Kontroversi Anggaran Perbesar

TANGERANG SELATAN — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tengah gencar membangun infrastruktur, namun dua proyek besar yang sedang berjalan menuai sorotan tajam dari publik. Proyek pembangunan drainase di Perumahan Renijaya dan proyek trotoar senilai miliaran rupiah menimbulkan pertanyaan besar tentang transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi anggaran.

Proyek Drainase Renijaya: Pembangunan Mendahului Tender?

Proyek pembangunan saluran drainase di Jalan Pinus Raya, Perumahan Renijaya, telah menjadi polemik. Warga mengeluhkan bahwa pengerjaan sudah berlangsung selama lebih dari dua pekan, padahal hasil tender resmi dari Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Tangsel belum diumumkan dalam sistem.

Kejanggalan ini menimbulkan spekulasi tentang adanya praktek curang dalam proses tender dan pemilihan kontraktor.
Proyek senilai Rp2,5 miliar ini seharusnya menjadi solusi permanen untuk mengatasi masalah banjir. Namun, pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah ketidaksesuaian.

Pekerja terlihat tidak mengenakan peralatan keselamatan kerja (K3) yang memadai, dan yang lebih mengkhawatirkan, tidak ada lapisan pasir di bawah U-ditch. Jika dibiarkan, hal ini dapat mengurangi daya tahan konstruksi dan berpotensi menyebabkan kerusakan di masa depan.

Prosedur yang terkesan ‘jalan pintas’ ini sangat disayangkan. Pemerintah seharusnya menjamin bahwa setiap proyek yang menggunakan uang rakyat dilakukan dengan benar, transparan, dan sesuai standar keselamatan.

Proyek Trotoar ‘Mata-Mata’ Senilai Rp7,13 Miliar

Kontroversi lain datang dari proyek pembangunan trotoar di Tangsel. Dengan nilai kontrak fantastis, Rp7,133 miliar, untuk trotoar sepanjang satu kilometer dengan lebar empat meter, publik mempertanyakan apakah biaya tersebut sebanding dengan hasil yang dijanjikan. Proyek yang dikerjakan oleh PT. DATA ENGINEERING KONSULTAN ini menjadi viral di media sosial.

Akun @j4y, misalnya, mempertanyakan kewajaran biaya tersebut. “Yakin tuh proyek jalan 1km dgn budget 7 miliarr?? yakin? coba minta rincian transparansi,” tulisnya. Pertanyaan ini mewakili kegelisahan publik mengenai transparansi penggunaan anggaran.

Meskipun Kepala Bidang Drainase dan Pedestrian DSDABMBK, Saflinawati, telah menjelaskan bahwa trotoar tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas ramah disabilitas dan area penghijauan, rincian biaya yang terlampir dalam papan proyek tetap memicu keraguan. Apakah ada biaya lain yang tidak tercantum? Apakah angka ini benar-benar mencerminkan nilai material dan pekerjaan yang dilakukan, atau ada potensi markup anggaran?

Pemerintah kota Tangerang Selatan perlu segera memberikan klarifikasi yang transparan dan rinci. Jika tidak, kepercayaan publik terhadap pemerintah akan semakin terkikis. Keterbukaan informasi adalah kunci untuk memastikan bahwa proyek-proyek infrastruktur di Tangsel benar-benar untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan segelintir pihak. Pasalnya hingga berita ini diturunkan, Sabtu 27 September 2025 belum ada konfirmasi dari pihak Dinas DSDABMBK Kota Tangerang Selatan. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Proyek Paving Block Rp363 Juta di Sidoko Tangerang Dituding Asal Jadi, Warga Desak Evaluasi Total

25 August 2026 - 11:30 WIB

Akhirnya Kasus Korupsi BOP PKBM, Kejari Kabupaten Tangerang tetapkan Tersangka

25 August 2026 - 10:00 WIB

Penyidikan Dugaan Korupsi PKBM Indonesia Negriku Berlanjut, Kejari Kab. Tangerang Belum Umumkan Tersangka

24 August 2026 - 14:21 WIB

Proyek Siluman dan Abaikan K3 di Rajeg-Sukadiri, DBMSDA Tangerang Disemprit

23 August 2026 - 19:34 WIB

Panas! Polemik Aset SIP Pamulang Diwarnai Kericuhan dan Penjagaan Ketat

23 August 2026 - 08:27 WIB

Trending on Tangerang Raya