JAKARTA — Efektivitas pengawasan muatan angkutan barang di jalan raya kembali menjadi sorotan publik dan lembaga legislatif. Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Selly Andriany Gantina, memberikan pandangannya terkait keberadaan dan peran jembatan timbang (alat penimbang muatan) dalam sistem pengawasan angkutan barang saat ini.
Dalam pernyataannya, Selly menyoroti potensi pergeseran atau hilangnya fungsi optimal jembatan timbang jika pengawasan tidak dievaluasi dan dikelola secara komprehensif. Penegakan aturan mengenai kapasitas muatan (over dimension & over loading / ODOL) sangat krusial untuk menjaga ketahanan infrastruktur jalan dan keselamatan para pengguna jalan.

Jembatan timbang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menyaring dan menindak kendaraan bermotor pengangkut barang yang melebihi batas muatan yang diizinkan.
“Keberadaan fasilitas ini dinilai memerlukan evaluasi mendalam agar tidak hanya sekadar formalitas di lapangan, melainkan benar-benar berfungsi mencegah kerusakan jalan akibat muatan berlebih,” tuturnya (22/7/26).
Dikatakan, pengawasan yang optimal terhadap angkutan barang diharapkan tidak hanya mencegah kehancuran infrastruktur jalan nasional secara prematur, tetapi juga menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk berat. (*).














