JAKARTA — Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menegaskan kembali arah dan komitmen politik partainya di hadapan ratusan kader muda. Dalam pidatonya pada Kongres ke-II Garda Pemuda (GP) NasDem di Hotel Mercure, Jakarta, Rabu (22/7/2026), ia menekankan bahwa keberadaan partai politik sejatinya adalah untuk solusi publik, bukan menjadi beban tambahan bagi masyarakat.
“Partai ini ingin membongkar wawasan pemahaman baru betapa pentingnya kita untuk mengedepankan nilai-nilai edukasi. Nah di sana yang namanya adalah peradaban,” tegas Surya Paloh, (22/7/26).

Mendorong edukasi dan martabat bangsa. Surya Paloh menyerukan pergeseran paradigma politik dari yang sekadar manuver kekuasaan menjadi politik edukatif berbasis kebudayaan. Menurutnya, ukuran kemajuan suatu bangsa tidak hanya dinilai dari dinamika politik pragmatis, melainkan dari kualitas peradaban, harkat, dan martabat budaya yang dimilikinya.
“Partai politik wajib menjadi instrumen yang mengurangi beban hidup rakyat, bukan pencetus beban baru di tengah tantangan ekonomi dan sosial. Mengedukasi masyarakat menjadi modal utama untuk membangun kesadaran berbangsa yang sehat dan rasional,” tuturnya.
Ditegadkan, anak muda memegang peran krusial sebagai penjaga peradaban agar bangsa Indonesia memiliki daya saing yang sejajar di kancah global. Pidato di Kongres GP NasDem ini memberikan pesan penting bagi arah keterlibatan pemuda dalam politik nasional.
Generasi muda dituntut untuk tidak terjebak dalam pragmatisme politik, melainkan fokus pada kontribusi sosial dan penguatan karakter bangsa. Menjaga “peradaban” berarti membangun kualitas SDM, etika berdemokrasi, dan ketahanan budaya agar siap disandingkan dan dibandingkan dengan negara-negara lain. (*)














