Menu ✖

Dark Mode
Tangis Haru Nadiem Makarim di Sidang Pleidoi Kasus Chromebook, Pilih Pakai Jaket Gojek ketimbang Rompi Tahanan

Hukum

Tragedi Cacing di SMK TKM Pertambangan Jadi Peringatan Akhir MBG, Badan Gizi Nasional Harus Segera Intervensi!

badge-check


					Tragedi Cacing di SMK TKM Pertambangan Jadi Peringatan Akhir MBG, Badan Gizi Nasional Harus Segera Intervensi! Perbesar

KEBUMEN – Jumat, 21 November 2025- Program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali tercoreng di Kabupaten Kebumen, yang secara langsung merusak citra program Presiden Republik Indonesia. Pada Kamis, 20 November 2025, sekitar pukul 11:12 WIB, Tumbras dari LPK Kebumen dan rekan media Edy (Kompas86) sedang bersantai, menerima kiriman video dari siswi SMK TKM Pertambangan yang menunjukkan bukti nyata: cacing hidup di dalam jatah makanan MBG yang belakangan di ketahui disediakan oleh Yayasan TAS

Menurut penuturan siswi yang melapor, saat ia sedang makan, ia “sontak refleks, kaget, serta syok” melihat cacing di hidangannya, sehingga secara refleks wadah nasi tersebut terlempar.

Tumbras dan Edy segera bergegas ke lokasi SMK TKM Pertambangan untuk konfirmasi. Sesampainya di lokasi sekolah makanan dan siswa sudah tidak ada, Dan kemudian mereka berhasil menemui salah satu Guru berinisial I yang mengungkapkan fakta mengejutkan.

Kejadian ini adalah kejadian yang kedua kalinya yang melibatkan penyedia layanan yang sama dalam program MBG. Pengakuan ini menguatkan dugaan adanya kelalaian fatal yang bersifat berulang. Upaya konfirmasi langsung ke dapur MBG di Wonoyoso, Bumirejo, juga berujung pada penolakan mentah-mentah oleh kru, bahkan sempat terjadi ketegangan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak manapun termasuk penyelenggara katering MBG, manajemen SMK TKM Pertambangan, maupun Pemerintah Kabupaten Kebumen.

Sikap bungkam massal ini memperparah kemarahan publik. Berdasarkan temuan di lapangan, Edy dan Tumbras menegaskan, kualitas pelayanan katering MBG tersebut adalah yang paling buruk yang pernah mereka jumpai di Kebumen. Insiden cacing yang berulang kali terjadi ini adalah cerminan pengawasan kualitas program MBG yang bobrok dan kegagalan total dalam penerapan Higiene Sanitasi Pangan (HSP).

Peristiwa dari makanan basi, berbelatung dan keracunan massal terakhir terdapat cacing menambah rentetan panjang peristiwa buruk pelaksanaan program MBG di Kebumen.

Tumbras secara tegas mempertanyakan peran Pemerintah Kabupaten Kebumen, Dinas Kesehatan, dan BPOM: “Mengapa sistematis ‘tutup mata’ terhadap penyedia yang terbukti berulang kali melanggar standar dan mengancam kesehatan anak didik?” Mereka menilai, kegagalan implementasi di daerah ini adalah biang keladi yang menghancurkan integritas program strategis Presiden di mata publik.

Tumbras dan Edy mendesak agar pejabat yang lalai dan terlibat dalam kontrak dengan penyedia tidak profesional segera diaudit dan diberi sanksi tegas. Mereka juga menuntut tindakan tegas dari Badan Gizi Nasional Pusat dan BPOM untuk mengawasi Kebumen secara prioritas.

“Mengingat peristiwa tentang mbg di kabupaten kebumen telah banyak sekali terjadi yang berulang dan bervariasi sungguh prilaku yang menjijikkan. jangan cederai program presiden ini dengan cara-cara kotor,” tegas mereka. Redaksi membuka ruang seluas-luasnya untuk Hak Jawab dari pihak-pihak terkait, sebagai pemenuhan asas keberimbangan pemberitaan, (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Gunung Marapi Erupsi Muntahkan Lava Pijar, Bukittinggi dan Agam Diguyur Hujan Abu Vulkanik

28 September 2026 - 08:27 WIB

Pengusutan Kasus Diskominfo Lampung Selatan: Kejaksaan Belum Tetapkan Tersangka

28 September 2026 - 08:21 WIB

Saling Serobot, Antrean BBM di Semitau Kapuas Memanas hingga Nyaris Kericuhan

26 September 2026 - 13:39 WIB

KPK Geledah Kantor Kontraktor di Manado, Diduga Terkait OTT Bupati Bolmut

26 September 2026 - 08:24 WIB

Sengketa Lahan hingga Rumput Sintetis, Proyek Rp9,2 M Dispora Kota Tangerang Dilapor ke Kejati

25 September 2026 - 15:12 WIB

Trending on Hukum