TANGERANG — Gelombang protes mahasiswa di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang memuncak pada Kamis (13/8/2026). Aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa di depan Kantor Bupati Tangerang tersebut berlangsung panas hingga sempat diwarnai ketegangan fisik antara massa aksi dan petugas keamanan setempat.
Saling dorong dan pembakaran ban berlangsung. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, tensi ketegangan mulai meningkat saat massa aksi mendesak masuk ke area dalam gedung Kantor Bupati Tangerang. Langkah tersebut dihadang ketat oleh aparat gabungan dari Kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Saling dorong antara mahasiswa dan aparat tak terhindarkan. Dalam insiden tersebut, beberapa mahasiswa dilaporkan sempat terjatuh di tengah kerumunan massa yang berdesakan. Kecewa karena aspirasi mereka tak kunjung direspons oleh pejabat teras pemkab, massa aksi meluapkan kekecewaannya dengan membakar ban bekas di depan gerbang utama serta membawa atribut propaganda aksi.
“Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan mendalam atas lambannya respons jajaran Pemkab Tangerang dalam menanggapi tuntutan dan aspirasi yang dibawakan mahasiswa,” ujar salah satu koordinator lapangan di lokasi.
Situasi yang sempat memanas perlahan mulai terkendali setelah koordinator aksi menyerukan agar massa menahan emosi dan mengambil posisi duduk bersama. Tak lama setelah eskalasi mereda, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, hadir menemui para demonstran dengan didampingi oleh sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Kehadiran jajaran birokrasi ini bertujuan untuk mendengarkan secara langsung poin-poin tuntutan yang dilayangkan oleh aliansi mahasiswa. Aksi unjuk rasa yang berujung ricuh ini menjadi sinyal keras bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk lebih responsif terhadap kritik dan tuntutan publik. Kinerja para Kepala OPD serta transparansi tata kelola pemerintahan di Kabupaten Tangerang kini berada di bawah sorotan tajam publik dan mahasiswa. (*)














