Menu

Dark Mode
Tangis Haru Nadiem Makarim di Sidang Pleidoi Kasus Chromebook, Pilih Pakai Jaket Gojek ketimbang Rompi Tahanan

Nasional

Bobi Irawan Desak Jurnalis “Setajam Silet” Awasi Program Pemerintah Menuju Indonesia Emas


					Bobi Irawan Desak Jurnalis “Setajam Silet” Awasi Program Pemerintah Menuju Indonesia Emas Perbesar

JAKARTA (31 Desember 2025) – Menjelang pergantian tahun 2026, tokoh publik Bobi Irawan mengeluarkan pernyataan kritis terkait arah pembangunan nasional.

Beliau menegaskan bahwa ambisi Indonesia Emas tidak akan tercapai tanpa pengawasan media yang agresif dan birokrasi yang “tetap lurus” pada aturan.

Bobi Irawan bersama seluruh insan pers dan jajaran pemerintah (Pusat & Daerah).

Seruan untuk memperketat kontrol sosial terhadap program pemerintah dan menjaga integritas pembangunan.

Berlaku secara nasional, mencakup sinkronisasi kebijakan dari tingkat Daerah hingga Pusat.

Momentum menyambut Tahun Baru 2026 sebagai titik krusial menuju target jangka panjang bangsa.

Adanya kebutuhan mendesak untuk memastikan program pemerintah tidak melenceng dari target rakyat dan bebas dari penyimpangan.

Dengan mendorong jurnalisme yang kritis (“setajam silet”) sebagai instrumen pengawas segala bidang.

“Tetap Lurus” atau Gagal
Bobi Irawan menyoroti bahwa tahun 2026 harus menjadi tahun pembuktian bagi pemerintah. Ia meminta agar pemerintah daerah maupun pusat tidak terjebak dalam seremoni belaka, melainkan fokus menuntaskan program yang berdampak langsung pada masyarakat.

Tetap Lurus. Jangan ada belokan-belokan kepentingan yang merugikan rakyat. Program pemerintah sudah cukup banyak, sekarang tinggal bagaimana pelaksanaannya di lapangan. Kita butuh aksi nyata, bukan sekadar narasi,” tegas Bobi dalam keterangan resminya.

Jurnalisme Sebagai Pisau Bedah Pembangunan
Secara tajam, Bobi menekankan bahwa kemajuan bangsa berbanding lurus dengan keberanian medianya. Ia memacu para jurnalis untuk tidak ragu mengungkap kejanggalan dalam birokrasi.

“Selamat Tahun Baru 2026. Bangsa ini hanya akan jaya jika jurnalisnya berani. Jurnalis harus setajam silet; harus mampu membedah, mengontrol, dan mengawasi segala bidang tanpa pandang bulu. Hanya dengan kontrol yang tajam, negeri ini bisa terbangun dengan sehat,” lanjutnya.

Rilis ini ditutup dengan harapan agar di tahun 2026, kolaborasi antara pemerintah yang berintegritas dan pers yang kritis dapat menjadi fondasi utama dalam menyongsong Indonesia Emas.

Tim Redaksi Prima

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sidang Perdana Skandal Kuota Haji Digelar: KPK Siap Buka-Bukaan Peran Mantan Menag Yaqut

11 August 2026 - 15:36 WIB

KPK Temukan Selisih Pengembalian Uang Kasus Korupsi Kuansing: Nama Menteri Kehutanan Turut Terseret

8 August 2026 - 10:57 WIB

PN Rantauprapat Batalkan Status Tersangka Bripka YML dalam Kasus Dugaan Korupsi Bansos Labusel

5 August 2026 - 10:38 WIB

Akselerasi Digital ATR/BPN: Pangkas Birokrasi, Tutup Celah Mafia Tanah

4 August 2026 - 11:41 WIB

Satu Kaki di Kompensasi, Satu Kaki di Kebebasan: Dewan Pers Dorong “Jalan Ketiga” Regulasi Ekosistem Digital

30 July 2026 - 17:39 WIB

Trending on Nasional