Menu ✖

Dark Mode
Tangis Haru Nadiem Makarim di Sidang Pleidoi Kasus Chromebook, Pilih Pakai Jaket Gojek ketimbang Rompi Tahanan

Headline

Prabowo Minta Diet Anggaran, Pemkab Tangerang Justru ‘Pesta’ Tugu dan Hiburan Miliaran Rupiah

badge-check


					Prabowo Minta Diet Anggaran, Pemkab Tangerang Justru ‘Pesta’ Tugu dan Hiburan Miliaran Rupiah Perbesar

TANGERANG – Kontras tajam terjadi antara instruksi penghematan dari Istana dengan realita penggunaan anggaran di tingkat daerah. Di saat Presiden Prabowo Subianto secara tegas memerintahkan seluruh jajaran pemerintahan untuk memangkas biaya seremonial, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang justru menjadi sorotan publik akibat alokasi anggaran fantastis untuk proyek fisik non-vital dan kegiatan hiburan.
Instruksi Presiden: Akhiri Budaya Seremonial.

Dalam arahannya baru-baru ini, Presiden Prabowo menekankan pentingnya efisiensi anggaran. Ia meminta para pejabat untuk menghentikan pemborosan dana negara pada kegiatan-kegiatan yang bersifat seremonial dan tidak berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat. “Kurangi bujet seremonial,” tegas Presiden dalam berbagai kesempatan.

Realita di Lapangan, tugu miliaran dan rapat evaluasi mewah. Namun, semangat efisiensi ini tampaknya belum sepenuhnya “mendarat” di Kabupaten Tangerang. Berdasarkan data yang viral dan menjadi perbincangan hangat, terdapat tiga pos anggaran yang memicu kritik tajam dari masyarakat:

Rapat Evaluasi Berbalut Hiburan (Rp900 Juta). Kegiatan rapat evaluasi yang digelar di sebuah hotel di Bandung ini menuai kecaman karena diduga menghabiskan hampir satu miliar rupiah, termasuk biaya untuk mengundang artis. Publik mempertanyakan mengapa evaluasi harus dilakukan di luar kota dengan biaya hiburan yang selangit.

Proyek Tugu Titik Nol Literasi (Rp2,3 Miliar). Pembangunan tugu fisik sebagai simbol literasi dinilai ironis. Banyak pihak berpendapat bahwa dana sebesar Rp2,3 Miliar akan jauh lebih bermanfaat jika dialokasikan untuk pengadaan buku atau perbaikan fasilitas perpustakaan di sekolah-sekolah terpencil di Tangerang.

Tugu Selamat Datang yang Fantastis (Rp2,4 Miliar). Pembangunan tugu selamat datang kembali memakan anggaran miliaran rupiah. Anggaran sebesar ini dianggap tidak sensitif terhadap kondisi ekonomi masyarakat yang lebih membutuhkan perbaikan infrastruktur jalan atau layanan kesehatan dasar.

Krisis Prioritas atau Pembangkangan Kebijakan? Kritik publik mengarah pada satu poin utama: Krisis Prioritas. Pembangunan tugu dan acara di hotel mewah dianggap sebagai proyek “kosmetik” yang tidak memberikan solusi atas masalah nyata warga, seperti kemiskinan atau pengangguran.

Hingga berita ini dimuat, Senin 22 Desember 2025, Pemkab Tangerang Belum buka suara soal anggaran mewah tersebut. Fenomena ini memicu pertanyaan besar: Apakah pemerintah daerah benar-benar menyimak arahan pusat, ataukah mereka masih terjebak dalam pola lama yang lebih mengutamakan proyek fisik dan seremoni dari pada kebutuhan mendasar rakyat? (Red(

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Soal Proyek Rp7,5 M Dindikbud Banten Tanpa Izin, Inspektorat: “Sudah Kami Kawal dan Jadi Atensi KPK”

25 September 2026 - 15:13 WIB

HEADLINE: Anggaran Hampir Rp4 Miliar Terbuang Sia-Sia? Proyek Jalan Balaraja-Ceplak Diduga Asal Jadi dan Rentan Korupsi

25 September 2026 - 11:36 WIB

Kadishub Kota Tangerang Bungkam, Dugaan Proyek Halte Fiktif Berlanjut ke Kejati Banten

23 September 2026 - 19:10 WIB

Dugaan Mark-Up Rp3,87 Miliar Proyek Taman Rakyat Ciputat Timur, KITA-PD Desak DLH Tangsel Buka Dokumen

23 September 2026 - 18:57 WIB

Tangki Galon dan Dugaan Setoran 8 Juta: Bobroknya Tata Kelola Armada Sampah DLHK Kabupaten Tangerang

23 September 2026 - 11:57 WIB

Trending on Headline