Menu

Dark Mode
Tangis Haru Nadiem Makarim di Sidang Pleidoi Kasus Chromebook, Pilih Pakai Jaket Gojek ketimbang Rompi Tahanan

Daerah

Skandal Terbuka di Polres Palopo: Penangkapan Mobil Tangki BBM Bersubsidi Beraroma “Permainan”


					Skandal Terbuka di Polres Palopo: Penangkapan Mobil Tangki BBM Bersubsidi Beraroma “Permainan” Perbesar

1PALOPO, SULAWESI SELATAN, beritatransformasi.com  – Alih-alih merayakan keberhasilan, penangkapan sebuah mobil tangki BBM di Palopo justru mengungkap skandal yang mencoreng wajah institusi Polri. Kasus ini, yang berawal dari dugaan penimbunan BBM bersubsidi, telah berubah menjadi drama buram yang penuh kejanggalan, menguatkan dugaan adanya intervensi dari “bekingan” dan kompromi terhadap hukum.

Penanganan yang tidak profesional oleh Polres Palopo, mulai dari penyamaran barang bukti hingga kebungkaman pejabat, memunculkan pertanyaan kritis: Apakah penegakan hukum di Palopo kini dapat dibeli?

Panggung Kejahatan dan Kejanggalan Penegakan Hukum

Mobil tangki bernopol DP 8226 GO ditangkap di kediaman “Mama Awal,” yang telah lama dikenal sebagai pemain besar dalam bisnis penimbunan BBM ilegal. Fakta bahwa mobil ini milik PT Berkah Energi Morowali namun menggunakan Surat Keterangan Pengangkutan (SKP) palsu dari PT LDE adalah kejahatan serius.

Modus pencatutan identitas perusahaan lain secara terang-terangan menunjukkan satu hal: para pelaku merasa dilindungi oleh kekuatan yang lebih besar, yang membuat mereka yakin bisa lolos dari jeratan hukum. Ironisnya, alih-alih mengejar pemilik mobil atau mengusut kasus pemalsuan dokumen yang lebih besar, fokus penanganan kasus ini justru terasa hambar dan penuh keraguan.

Barang Bukti yang “Disembunyikan”: Indikasi Adanya Skenario Tersembunyi. Kejanggalan terbesar terlihat dari perlakuan terhadap barang bukti. Mengapa mobil tangki yang begitu besar, yang seharusnya menjadi bukti utama, tidak disimpan di tempat resmi seperti Mapolres, melainkan “disembunyikan” di belakang gedung?

Keputusan ini secara langsung memicu kecurigaan publik: Apakah ini adalah upaya untuk mengamankan barang bukti dari sorotan media dan pengawasan masyarakat, memberikan celah untuk “negosiasi” atau intervensi?

Ketiadaan penjelasan yang logis dari pihak kepolisian hanya memperkuat dugaan bahwa ada skenario tersembunyi untuk mengaburkan fakta. Hingga saat ini, baik Humas maupun Kasat Reskrim Polres Palopo memilih bungkam. Sikap diam ini bukan tanda kehati-hatian, melainkan justru mempertegas persepsi publik bahwa ada sesuatu yang disembunyikan.

Publik Palopo berhak mengetahui fakta. Integritas institusi Polri dipertaruhkan. Kegagalan untuk menjelaskan kejanggalan ini dengan transparan tidak hanya akan mencoreng citra, tetapi juga mengkhianati kepercayaan masyarakat yang selama ini berharap pada keadilan.( Manahan ).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemkot Serang Lantik 29 Pejabat Baru Melalui Sistem Manajemen Talenta

27 July 2026 - 16:17 WIB

Tegas! BGN Suspensi 883 Dapur Makan Bergizi Gratis Imbas Pelanggaran

27 July 2026 - 16:02 WIB

KPK Geledah Rumah Kadis PUPR Kota Bengkulu, Sita Uang Tunai Lebih dari Rp 4 Miliar

27 July 2026 - 13:51 WIB

Prestasi Kejari Tangsel: Eksekusi Uang Rampasan Pinjol Ilegal Rp14,2 Miliar ke Kas Negara

24 July 2026 - 16:26 WIB

Penggeledahan PKBM Indonesia Negriku Berlalu, Kejari Kab. Tangerang Masih Belum Tetapkan Tersangka

23 July 2026 - 13:58 WIB

Trending on Daerah