Menu ✖

Dark Mode
Tangis Haru Nadiem Makarim di Sidang Pleidoi Kasus Chromebook, Pilih Pakai Jaket Gojek ketimbang Rompi Tahanan

Tangerang Raya

Soroti 12.675 Sarjana Menganggur, LSM dan Politisi Pertanyakan Transparansi Program 3G

badge-check


					Soroti 12.675 Sarjana Menganggur, LSM dan Politisi Pertanyakan Transparansi Program 3G Perbesar

KOTA TANGERANG — Slogan politik manis kerap kali berbenturan keras dengan realitas di lapangan. Jargon politik 3G (Gampang Kerja, Gampang Sembako, Gampang Sekolah) yang digadang-gadang Wali Kota Tangerang kini mendapat sorotan tajam dari publik dan aktivis lokal. Musababnya, angka pengangguran terdidik di Kota Tangerang masih berada pada level yang menakutkan.

Berdasarkan data yang beredar dalam diskusi ruang publik, tercatat ada 12.675 lulusan sarjana (S1) di Kota Tangerang yang masih menganggur dan kesulitan menembus pasar kerja. Slogan “Gampang Kerja” dipertanyakan

Program “Gampang Kerja” yang mulanya menyuntikkan optimisme bagi warga Kota Tangerang, kini dinilai belum menunjukkan dampak signifikan. Publik mulai mempertanyakan transparansi realisasi program serta kejelasan hasil (outcome) dari anggaran yang digelontorkan.

Reaksi keras pun bermunculan dari berbagai elemen masyarakat dan juga seorang politisi Demokrat. Uding, seorang aktivis LSM, menyindir keras kondisi ini. Menurutnya, ribuan lulusan perguruan tinggi di Kota Tangerang hanya disuguhkan “seremonial” tanpa penyerapan tenaga kerja yang nyata.

“12.675, semua DEMO, sayangnya JADI PENONTON,” cetus Uding, dari LPPM (Lembaga Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat) Rabu 26 Agustus 2026.

Nada skeptis juga datang dari elit politik daerah. Asep, anggota Dewan dari Fraksi Demokrat, turut melempar kritik pedas terkait janji politis Wali Kota tersebut. “Mungkin maksudnya gampang kerja itu kata Walikota waktu kampanye maksudnya janjinya kerja bakti kali,” serunya bernada sindiran tajam.

Publik berhak mengetahui ke mana arah kebijakan ketenagakerjaan Kota Tangerang. Di tengah tingginya angka pengangguran terdidik, pemerintah daerah dituntut tidak sekadar menyajikan kegiatan seremonial seperti job fair tanpa adanya transparansi berapa banyak warga asli Kota Tangerang yang benar-benar terserap di sektor industri maupun formal.

Evaluasi total terhadap efektivitas program 3G menjadi hal mendesak yang harus dijawab oleh Pemkot Tangerang sebelum kepercayaan masyarakat tergerus habis oleh Janji Manis Kampanye. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dugaan Proyek “Asal Jadi” Rp10,8 Miliar di Cipondoh, Kepala DPUPR Banten Dituntut Tegas

10 October 2026 - 13:26 WIB

Soroti Abaikan K3, Proyek Pedestrian Jalan Raya Serpong Ancam Keselamatan Pengguna Jalan

7 October 2026 - 15:52 WIB

Semangat “Banten Bergerak, Maju Berdampak” Warnai Peringatan HUT ke-26 Provinsi Banten di Kota Tangerang

5 October 2026 - 11:27 WIB

Sengketa Tanah Dadap Tangerang Mengular: Aroma Mafia Pertanahan dan Dugaan Kriminalisasi Warga

2 October 2026 - 13:54 WIB

Sengketa Lahan Dadap: Kubu Awing Tuding Oknum BPN Main Mata dengan Mafia Tanah

30 September 2026 - 14:53 WIB

Trending on Tangerang Raya