KOTA TANGERANG — Slogan politik manis kerap kali berbenturan keras dengan realitas di lapangan. Jargon politik 3G (Gampang Kerja, Gampang Sembako, Gampang Sekolah) yang digadang-gadang Wali Kota Tangerang kini mendapat sorotan tajam dari publik dan aktivis lokal. Musababnya, angka pengangguran terdidik di Kota Tangerang masih berada pada level yang menakutkan.
Berdasarkan data yang beredar dalam diskusi ruang publik, tercatat ada 12.675 lulusan sarjana (S1) di Kota Tangerang yang masih menganggur dan kesulitan menembus pasar kerja. Slogan “Gampang Kerja” dipertanyakan

Program “Gampang Kerja” yang mulanya menyuntikkan optimisme bagi warga Kota Tangerang, kini dinilai belum menunjukkan dampak signifikan. Publik mulai mempertanyakan transparansi realisasi program serta kejelasan hasil (outcome) dari anggaran yang digelontorkan.
Reaksi keras pun bermunculan dari berbagai elemen masyarakat dan juga seorang politisi Demokrat. Uding, seorang aktivis LSM, menyindir keras kondisi ini. Menurutnya, ribuan lulusan perguruan tinggi di Kota Tangerang hanya disuguhkan “seremonial” tanpa penyerapan tenaga kerja yang nyata.
“12.675, semua DEMO, sayangnya JADI PENONTON,” cetus Uding, dari LPPM (Lembaga Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat) Rabu 26 Agustus 2026.
Nada skeptis juga datang dari elit politik daerah. Asep, anggota Dewan dari Fraksi Demokrat, turut melempar kritik pedas terkait janji politis Wali Kota tersebut. “Mungkin maksudnya gampang kerja itu kata Walikota waktu kampanye maksudnya janjinya kerja bakti kali,” serunya bernada sindiran tajam.
Publik berhak mengetahui ke mana arah kebijakan ketenagakerjaan Kota Tangerang. Di tengah tingginya angka pengangguran terdidik, pemerintah daerah dituntut tidak sekadar menyajikan kegiatan seremonial seperti job fair tanpa adanya transparansi berapa banyak warga asli Kota Tangerang yang benar-benar terserap di sektor industri maupun formal.
Evaluasi total terhadap efektivitas program 3G menjadi hal mendesak yang harus dijawab oleh Pemkot Tangerang sebelum kepercayaan masyarakat tergerus habis oleh Janji Manis Kampanye. (*)














