Menu

Dark Mode
Tangis Haru Nadiem Makarim di Sidang Pleidoi Kasus Chromebook, Pilih Pakai Jaket Gojek ketimbang Rompi Tahanan

Daerah

Cagar Alam Taronggo Sekarat, Balai Gakkum KLHK Palu Diduga Sengaja ‘Tutup Mata’


					Cagar Alam Taronggo Sekarat, Balai Gakkum KLHK Palu Diduga Sengaja ‘Tutup Mata’ Perbesar

Morowali Utara, Sulawesi Tengah, beritatreansformasi.com – Di balik gembar-gembor penegakan hukum lingkungan oleh pemerintah, sebuah fakta memilukan terungkap di Cagar Alam Taronggo. Kawasan konservasi yang seharusnya steril dari perusakan ini justru menjadi ladang basah bagi pembalakan liar yang terorganisir dan brutal.

Kondisi ini bukan hanya menelanjangi kegagalan, tetapi juga menguatkan dugaan keterlibatan dan pembiaran yang dilakukan Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Sulawesi yang berpusat di Palu.

Aktivitas ilegal ini sudah menjadi rahasia umum. Berdasarkan laporan di lapangan, truk-truk pengangkut kayu haram beroperasi tanpa rasa takut, siang dan malam.

Jaringan kejahatan ini bekerja rapi, memanfaatkan makelar dan disinyalir kuat melibatkan oknum aparat yang seharusnya bertugas menjaga hutan. Keberanian mereka adalah sebuah tamparan keras bagi Balai Gakkum yang seolah-olah sengaja berpaling dari kehancuran yang terjadi di depan mata.

Jeritan Frustrasi dan Tuntutan Keras Publik

“Kami sudah berulang kali melapor, memberikan bukti-bukti, tetapi responsnya selalu nihil. Mereka seolah membiarkan pemusnahan ini terjadi,” ungkap seorang aktivis lingkungan dengan nada penuh kekecewaan, Kamis 28 /08/2025.

Pernyataan ini bukan sekadar tudingan kosong. Ini adalah jeritan kemarahan atas dugaan kolusi yang membuat Balai Gakkum KLHK Palu seakan mati suri.

Kehancuran Cagar Alam Taronggo adalah bom waktu yang siap meledak. Musim hujan akan membawa bencana ekologis, mulai dari tanah longsor hingga banjir bandang yang mengancam nyawa dan harta benda masyarakat sekitar.

Karena itu, tuntutan publik semakin mengeras: Balai Gakkum tidak hanya harus menangkap para pelaku di lapangan, tetapi juga harus membongkar tuntas seluruh jaringan pembalakan ini. Mereka harus menyeret makelar dan oknum aparat yang terlibat ke meja hijau.

Publik menunggu. Akankah Balai Gakkum menunjukkan “taring” penegakan hukumnya, atau Cagar Alam Taronggo akan menjadi monumen bisu atas kegagalan penegakan hukum di Indonesia? Diamnya mereka adalah bukti paling vokal.( Manahan ).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kebakaran Gunung Bromo Meluas Hingga 520 Hektare, Tim Gabungan Terjunkan ‘Water Bombing’

11 August 2026 - 09:29 WIB

Akuang Divonis, Kades Bebas: Drama Hukum Tebang Pilih di Hutan Langkat

7 August 2026 - 10:32 WIB

Pengembangan Kasus Restitusi Pajak KPP Madya Banjarmasin: KPK Sita USD 680 Ribu, Saksi Kembalikan Rp 9,5 Miliar

7 August 2026 - 10:21 WIB

Pemeriksaan Petinggi Sinode GMIM, Kapolda Sulut Tegaskan Murni Proses Hukum: “Tidak Ada Cawe-Cawe!”

5 August 2026 - 09:20 WIB

Spanduk “Tangkap dan Adili Andra Soni” Marak di Tangsel, Mahasiswa Soroti Dugaan Mafia APBD Banten

3 August 2026 - 13:34 WIB

Trending on Daerah