JAKARTA — Komisi Pemberanasan Korupsi (KPK) terus menabuh genderang perang terhadap praktik rasuah di daerah. Lembaga antirasuah tersebut resmi menetapkan Cory Erin, selaku Marketing PT Millenium Solusi Abadi, sebagai tersangka baru dalam pusaran kasus dugaan korupsi yang menggurita di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim.
Langkah hukum tegas ini diambil penyidik setelah Cory menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Seusai diperiksa, ia langsung keluar dengan mengenakan rompi tahanan oranye khas KPK, menandakan statusnya resmi beralih menjadi tahanan.

Sasar lroyek Pendidikan, korbankan fasilitas publik. Kasus yang menjerat Cory Erin ini bukan perkara sembarangan. Dugaan praktik lancung yang dilakukannya berkaitan erat dengan proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim.
Keterlibatan pihak swasta dalam sektor krusial ini memicu sorotan tajam publik. Pasalnya, dana yang seharusnya dialokasikan untuk memajukan kualitas pendidikan, diduga kuat dipangkas demi keuntungan pribadi dan kelompok, sehingga langsung merugikan fasilitas publik yang menjadi hak masyarakat dan anak-anak sekolah di Muara Enim.
KPK menegaskan bahwa penahanan Cory Erin bukanlah akhir dari penanganan perkara ini. Lembaga yang dipimpin oleh Firli Bahuri cs ini berkomitmen untuk mengusut tuntas hingga ke akar-akarnya.
“KPK akan terus mengusut tuntas aliran dana dan memburu pihak-pihak lain yang diduga ikut menikmati uang rakyat dari proyek tersebut,” kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo (10/6/26).
Kerusakan atau kerugian pada fasilitas publik akibat pemotongan anggaran proyek pengadaan barang dan jasa. KPK fokus penyidikan lanjutan untuk menelusuri aliran dana (follow the money) selain itu untuk menjaring keterlibatan aktor lain, baik dari pihak birokrasi maupun swasta.
Kasus ini menjadi alarm keras bagi para pemangku kebijakan di daerah agar tidak main-main dengan anggaran pendidikan, sektor yang menjadi pilar masa depan bangsa. (*)














